Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Sidrap ternyata sangat besar. Dari total 55.901 keluarga se Kabupaten Sidrap di 2005 lalu, 20.939 di antaranya tergolong miskin.
Bupati Sidrap HA Ranggong mengungkapkan hal tersebut dalam pidato pengantar penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Sidrap, pagi kemarin, di Ruang Sidang DPRD. Hadir dalam paripurna itu Wakil Bupati, Musyafir Kelana, serta seluruh pimpinan unit kerja dalam lingkup Pemkab Sidrap.
Ranggong menjelaskan, banyaknya keluarga miskin di daerah yang dipimpinnya, disebabkan pada 2005 lalu terjadi kenaikan harga BBM yang signifikan. Hal itu menyebabkan meningkatnya harga bahan pokok. Itu pulalah yang mengakibatkan daya beli masyarakat turun.
Ini menyebabkan meningkatnya keluarga miskin. Data dari statistik menyebutkan 37,46 persen rumah tangga di Sidrap ini tergolong miskin, beber Ranggong.
Meski demikian, pemerintah, termasuk Pusat tak pernah diam. Berbagai program pengentasan kemiskinan menurut Ranggong terus digulirkan. Termasuk peluncuran program PKPS-BBM, serta Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Kita juga sedang menggiatkan penanggulangan kemiskinan dengan program provinsi, yakni Gerbang Taskin dan Gerbang Emas. Selain itu berbagai upaya lain, termasuk menggerakkan investasi dengan merencanakan pembangunan tiga pasar dengan bantuan Bank Dunia, jelasnya.
Usai menyampaikan pidatonya di hadapan dewan, bupati selanjutnya menyerahkan LKPJ dan penghitungan APBD 2005 kepada Ketua DPRD Bagenda Ali. |