Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidrap, kembali terancam ditenggelamkan banjir besar jika tanggul di Sungai Tanrutedong belum diperbaiki dalam waktu dekat ini.
Beberapa pekan lalu, akibat longsornya tanggul Sungai Tanrutedong sepanjang 50 meter di pesisir sungai mengakibatkan puluhan rumah warga rusak diterjang banjir. Mengantisipasi terulangnya kejadian itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap meminta bantuan dana ke pemerintah provinsi untuk perbaikan tanggul.
Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Humas Pemkab Sidrap, Mahmud, Sabtu (1/7) lalu. Sebelumnya Pemkab Sidrap menerima kunjungan rombongan Komisi A DPRD Sulsel dipimpin Arifuddin di kantor bupati setempat.
Kedatangan Komisi A DPRD Sulsel sekaligus mempertanyakan tingkat kerusakan yang terjadi akibat banjir tersebut. Mereka juga ingin mengetahui tingkat kerawanan tanggul Sungai Tanrutedong yang bobol. Dikhawatirkan, jika tanggul tak diperbaiki segera akan terjadi bencana banjir seperti di Sinjai.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sidrap, A Syahriwijaya, mengatakan, longsornya tanggul penahan banjir di Sungai Tanrutedong disebabkan terjadinya pengikisan air sungai.
Pemkab Sidrap mengusulkan bantuan dana sebesar Rp 1 miliar dari pemerintah provinsi untuk memperbaiki tanggul. Dikhawatirkan jika banjir kembali datang maka akan menenggelamkan satu wilayah Kecamatan Duapitue.
Ketua rombongan A DPRD Sulsel Arifuddin Saransi berjanji akan menyampaikan sejumlah usulan permintaan bantuan dana Pemkab Sidrap itu terkait perbaikan tanggul Sungai Tanrutedong ke Pemerintah Provinsi Sulsel secepatnya.[tt]